dbudi learns computer

 In the Name of ALLAH, the Most Gracious, the Most Merciful

 

Terrorism is a big crime, the biggest one is colonization, either way, both of them are wrong. (d3ud1 & Whizziez)

dBUDI learns computer n the net

(created using original Windows XP  & original MS Office2000)

Jakarta Indonesia

Since: Apr 29, 2001

Updated: Nov 07, 2005

You are visitor # 
STATS C
lick here to see your IP Address

About me Contact me

 

 

Special Links

Prayer Times for Jakarta Aa Gym

Tanya Jawab Komputer

Click to subscribe to TanyaJawabKomputer

Republika

IslamicFinder.Org

Al Islam.Com

Al Hikmah

 

JADWAL PUASA 

JADWAL IMSAKIYAH RAMADHAN

MTB-Rockers

 

VERTEX

 

Guestbook:

 

 

Ayo BerWIRAUSAHA

Jakarta Weather

The Best Indonesian Sites 2002 

(based on KomputerAktif.com survey)

PasarInfo.Com

VoIP Merdeka

TransJakarta BusWay

Old Guestbook Archive

Cinta Ciputat Cemerlang

My-Team-G

Peta Jalan Tol

 

Ayat / Hadis hari ini

Map Search (JKT & SBY)

 

Kata-kata Mutiara hari ini

Info JABODETABEK

 

 

 

Greeting Cards

Google World News

Opinet

Info Mudik 2005

Lebaran & Ramadhan Greetings:

BlueMountain.com

AmericanGreetings.com

eGreetings.com

IMLEK Greeting Cards

Ucapan Lebaran (SMS Lebaran) dalam Bahasa Daerah

The Best Indonesian Sites The Best International Sites

 




<< January 2012 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Friday, October 21, 2005
BBM=Bahan Buat Merenung

Bismillaahirrohmaan nirrohiim

Assalaamu’alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh

BBM=Bahan Buat Merenung

Kenaikan BBM yang rata² di atas 100% memang bisa menimbulkan KRISIS.

Krisis besar atau kecil atau pun bukan, bergantung pada kita dalam menyikapinya

Masyarakat Jepang mengenal kosa kata "ki - ki" untuk mengartikan krisis. "Ki" yang pertama artinya "bahaya" dan "ki" yang kedua artinya "peluang".

Dengan kata lain, masyarakat Jepang terbiasakan untuk memahami bahwa kalau sudah tahu adanya "bahaya", maka tentunya segera dicari "peluang" guna mengobatinya.

(Bob Widyahartono,  http://www.antara.co.id/seenws/?id=19109)

 

 

Dalam aksara Cina, kata krisis (wēi jī) dibentuk dari perpaduan dua kata bahaya (wēi xiăn) dan peluang (jī huī). Moralnya, krisis bukanlah semata bahaya, tapi di baliknya ada peluang, yang jika bijak dan piawai memanfaatkannya bisa mendatangkan keuntungan.

(http://www.enterprise50-ina.org/news/index.php?p_page=2)

 Peluang dari kenaikan BBM yang mencekik ini adalah:

 

1.      Kesempatan untuk hidup hemat, sebab menurut Al Qur’an, orang yang pemboros itu adalah temannya setan. Al Israa' [17] 27: “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.”

 

2.      Peluang untuk berpikir dan bertindak kreatif untuk menggunakan sumber energi alternatif, di negara yang tidak kaya matahari,  banyak yang mengembangkan sumber tenaga surya, dan juga sumber tenaga alternatif lainnya: sumber tenaga angin, biogas dll.

 

3.      Peluang untuk lebih sabar dan lebih mendekatkan diri kepada ALLAH. Al Baqarah [2] 153: “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu[99], sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

 

Innallaaha Ma'asshobirin (sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar). Itulah janji Allah dalam Alquran al-Karim, Dia sendiri adalah sosok yang Maha Penyabar. Dalam al-Asmaa'al-Husnaa, Allah disebut dengan As-Shobuur.

 

4.      Peluang untuk lebih bersikap dermawan, karena orang miskin jumlahnya semangkin bertambah.

 

Kedermawanan mencerminkan iman yang kuat dan kokoh, karena ia yakin bahwa apa yang diberikannya kepada orang lain niscaya akan mendapatkan ganti dari Allah. Inilah apa yang telah dijanjikan oleh Al Qur'an:




"Dan apa yang kalian infakkan, maka Dia (Allah) pasti menggantinya dan Dialah pemberi rizki yang sebaik-baiknya" (Q.S. Saba' : 34).

 

Dalam sebuah hadis Rasulullah juga bersabda "Orang yang dermawan dekat dengan Allah, dekat dengan manusia dan dekat dengan sorga. Sedangkan orang bakhil dan kikir jauh dari Allah, jauh dari manusia dan dekat dengan Neraka".

Kedermawan yang dianjurkan adalah yang disertai keikhlasan untuk membantu saudara yang memerlukan dan demi mencari keridlaan Allah. Inilah yang akan mendapatkan pahala berlipat ganda dari Allah swt

.


"Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan harta mereka di jalan Allah, adalah sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir dan setiap butir membuahkan lagi 100 biji. Allah melipat gandakan (pahala) bagi siapa yang dikehendakiNya. Allah maha luas karuniaNya dan lagi maha mengetahui" (al-Baqarah:261).

 

(http://www.pesantrenvirtual.com/index.php?option=com_content&task=view&id=1012&Itemid=14)

5.      Peluang untuk menguji keimanan kita:

"Kamu  sungguh-sungguh akan diuji tentang Hartamu dan  Dirimu." (Surah Ali Imran [3] ayat 186)

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah
kesulitan itu ada kemudahan”. (Alam Nasyrah : 5 – 6)

Allah Maha Mengetahui apa pun yang akan terjadi. Maha Mengetahui segala yang tidak diketahui manusia, dan Mahakuasa untuk memberi tahu atau mencegah perbuatan apa pun sekehendak-Nya. Dia menjanjikan akan menolong orang yang berdoa kepada-Nya dan janji-Nya ini adalah pasti benar. Subhanallah! Sungguh, Allah tidak akan mengingkari janji-Nya. "Innallaha laa yuhliful mii'aad" (Sesungguhnya Allah tidak akan mengingkari janji-Nya) (QS Ali Imran [3]: 9).

(http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0905/22/manajemen_qolbu.htm)

Wassalaamu’alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh

Sahabatmu,

dbudi learns Islam

(Terima kasih kepada Marina, Nenny & Dewi Pangestu untuk bantuan Aksara Jepang & China-nya)


Posted at 06:23 pm by dbudi
Comment (1)  

Wednesday, September 28, 2005
Al Mushowwir

Al Mushowir

Assalaamu’alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh,

Salah satu dari 99 nama indah milik ALLAH – Asmaul Husna, adalah Al Mushowwir (Maha Pembentuk Rupa Mahluk)

Kalau lagi menggunakan handphone atau yang suka naik sepeda mtb, terbayang gag betapa reportnya jika kita tidak mempunyai jempol!

Semakin canggih peralatan yang kita gunakan semakin menyadarkan kita bahwa ALLAH sungguh yang Maha Pembentuk Rupa Mahluk.

(terinspirasi dari teman baikku Maulana (16/9/2005), dan pengalaman pribadi waktu gonta-ganti gigi (shifting) saat bersepedaria di jalur pipa gas)


Wassalaamu’alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh,

CMIIW,

Budhi - Banyak uang dan hobi ibadah ^___^


Posted at 11:58 am by dbudi
Make a comment  

Friday, September 23, 2005
Rasa Ingin Tahu

New Page 1

Jumat, 04 Maret 2005

Rasa Ingin Tahu

Dalam sebuah majelis, Rasulullah SAW mengabarkan bahwa akan datang seorang calon penghuni surga di tengah mereka. Hebatnya, orang tersebut kurang dikenal oleh para sahabat. Ia bukan seorang tokoh atau public figure. Para sahabat merasa penasaran, apa sebenarnya keistimewaan orang itu hingga Rasulullah SAW menjulukinya sebagai calon penghuni surga. Salah seorang sahabat, Abdullah bin Amr, berniat memantau dari dekat orang itu agar lebih jelas mengetahui apa keistimewaannya.

Abdullah lalu meminta izin untuk menginap di rumah orang tersebut selama tiga hari. Selama itu Abdullah mengawasi amal tuan rumah, gerak-geriknya, tutur katanya, dan cara ibadahnya. Hampir-hampir ia tidak tidur karena takut kalau ada amal tuan rumah yang tidak dapat disaksikan. Namun, Abdullah tidak melihat amal yang istimewa. Amalannya biasa-biasa saja, tidak ada yang menonjol dibanding dengan sahabat-sahabat lainnya.

Sebelum pulang, Abdullah pun bertanya langsung gerangan apakah amalan istimewa tuan rumah sehingga ia dianggap sebagai calon penghuni surga. Jawabnya, "Wahai sahabat, seperti yang kau lihat dalam kehidupan sehari-hariku. Aku adalah seorang Muslim biasa dengan amalan biasa pula. Namun ada satu kebiasaanku yang bisa kuberitahukan padamu. Setiap menjelang tidur, aku berusaha membersihkan hatiku. Kumaafkan orang-orang yang menyakitiku dan kubuang semua dengki, dendam, dan perasaaan buruk kepada semua saudaraku sesama Muslim. Hingga aku tidur dengan tenang dan hati bersih serta ikhlas. Barangkali itulah yang menyebabkan Rasul menyebutku sebagai calon penghuni surga".

Demikianlah, hanya orang-orang kreatif dan inovatiflah yang akan mendapatkan keuntungan lebih banyak dalam hidup. Kreatif adalah menciptakan sesuatu dari tidak ada menjadi ada, sedangkan inovatif menjadikan yang telah ada menjadi semakin baik dan bermanfaat. Sahabat tadi termasuk orang yang kreatif sekaligus inovatif dalam beramal. Betapa tidak, ia mampu inovatif dalam beramal.

Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk tidak menjadi pendengki. Dan sahabat tadi "menginovasi" perintah itu sebelum ia terlelap dalam tidur. Ia membersihkan hatinya dari kedengkian dan kebencian pada saudara-saudaranya, hingga Rasulullah SAW "memvonis" ia sebagai calon penghuni surga.

Islam sangat menghargai perbuatan kreatif dan inovatif, bahkan menganjurkannya. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa orang yang kreatif dan inovatif dalam kebaikan--hingga orang lain tergerak untuk melakukan kebaikan yang sama--akan mendapatkan pahala sebanyak orang yang mengikuti kebaikan tersebut. Diungkapkan, "Barangsiapa mempelopori suatu amal kebaikan, ia akan mendapatkan pahalanya, ditambah pahala orang-orang yang ikut melaksanakan kebaikan itu setelahnya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun" (HR Muslim, Turmudzi, Ibn Majah, dan Ahmad).

Ingin tahu: awal kreativitas
Saudaraku, setiap hari masalah yang kita hadapi semakin bertambah dan kompleks. Kita tidak bisa menyelesaikan seluruh masalah tersebut dengan menggunakan teori-teori lama. Pemecahannya membutuhkan kreativitas. Orang akan stres ketika laju masalah yang dihadapi tidak sebanding dengan laju kemampuan diri untuk memecahkan masalah tersebut.

Misal, kita akan stres ketika biaya hidup meningkat sedangkan penghasilan tidak meningkat. Resikonya jelas, kita harus memacu diri supaya penghasilan kita lebih besar daripada pengeluaran. Orang terbaik adalah orang yang laju kemampuan dirinya lebih cepat dari laju masalah yang dihadapinya. Bila pengeluaran kita naik dua ratus perbulan, maka penghasilan kita harus bertambah lebih dari dua ratus ribu perbulan. Bila ini terjadi, insya Allah kita akan lebih tenang.

Masalahnya, kecepatan kita untuk meningkatkan kualitas diri tidak sebanding dengan kecepatan dari masalah yang kita hadapi. Karena itu, daripada kita sibuk memikirkan masalah, harusnya kita sibuk meningkatkan percepatan dan kualitas diri kita.

Bagaimana caranya? Orang kreatif adalah orang yang selalu ingin tahu. Keutamaan membersihkan hati dari dengki dan kebencian sebelum tidur, dengan izin Allah, bisa sampai kepada kita karena rasa keingintahuan Abdullah Amr bin 'Ash terhadap keutamaan sahabat yang disebut ahli surga tersebut. Demikian pula jatuhnya apel tidak akan menghasilkan penemuan hukum gravitasi bila Isaac Newton tidak memiliki rasa ingin tahu. Lewat rasa ingin tahulah ilmu pengetahuan bisa berkembang pesat seperti sekarang.

Karena itu, bertanyalah selalu terhadap fenomena yang terjadi di sekitar kita. Kenapa orang bisa sukses padahal dulunya lebih buruk daripada kita? Kenapa orang bisa jadi bintang kelas, padahal dulunya tidak naik kelas. Para ibu pun bisa bertanya, kenapa Rasulullah SAW sangat mencintai Siti Khadijah padahal beliau usianya lebih tua lima belas tahun dari Rasul.

Biasanya, keinginan untuk tahu lebih banyak akan menjadi awal dari berbuat lebih banyak dan prestasi lebih besar. Tentunya, dalam proses mencari tahu kita diwajibkan mengambil yang baik dan membuang yang buruk. Wallahu a'lam bish-shawab

( KH Abdullah Gymnastiar )

http://www.republika.co.id/suplemen/cetak_detail.asp?mid=7&id=189772&kat_id=105&kat_id1=232&kat_id2=234

 


Posted at 04:10 pm by dbudi
Make a comment  

Next Page